Selain merusak rumah, gajah
tersebut juga mengobrak-abrik serta merusak tanaman palawija dan tanaman
lainnya di kawasan itu.
Hingga Kamis (21/2/2013), warga Pante Peusangan, berbatasan dengan Kabupaten
Bireuen-Bener Meriah tersebut terpaksa mengungsi ke rumah warga lain.
Menurut sejumlah warga Pante
Peusangan, Kabupaten Bireuen mengaku, warga terpaksa mengungsi sebab,
seekor gajah jantan masih tetap berada di pemukiman penduduk dan kembali
mengobrak-abrik tanaman.
”Hingga saat ini, sejumlah
keluarga mengungsi ke rumah-rumah yang berdekatan dengan meunasah, karena
seekor gajah jantan yang berkulit kuning itu semakin ganas di pemukiman warga”,
kata Sulaiman.
Menurut Sulaiman, warga tidak
berani menginap di rumah menjelang malam
hari, kecuali siang harinya kendati dalam keadaan cemas sebab, gajah jantan
yang tidak pernah beranjak dari kawasan perkebunan sekitar pemukiman warga.
Dari
109 KK di Pante Peusangan, tujuh rumah dintaranya mulai dirusak oleh gajah,
masing-masing rumah milik Salamah, M Dahlan, Iskandar, Amarus, Kusmari, M Nur
dan rumah Alamsyah.
”Kejadian
ini sudah berlangsung selama sebulan terakhir ini, saat ini seluruh warga resah
dan mulai ketakutan”, kata Keuchik Pante Peusangan, Muhktar Ismail, Kamis
(21/2/2013).
Muktar Ismail berharap
Pemkab Bireuen dan Pemerintah Aceh segera melakukan upaya untuk menangani
masalah gajah yang terus meresahkan warga di perbatasan Bireuen dengan Bener
Meriah itu. (Joniful)
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 Atau 08990555990 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar