"Pertemuan kami waktu itu sangat singkat, awalnya saya tidak sadar kalau orang yang membeli rokok dan mempersilahkan kami masuk setelah diusir satpam ke dalam kafe adalah sang ustaz. Tapi begitu, saya dengar suaranya yang khas, saat beliau membagikan rokok kepada para satpam yang berjaga, baru saya tersadar kalau beliau itu adalah ustaz Jeffry Al Buchory," ceritanya sambil terisak di samping makam Uje di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2013) siang.
Diungkapkannya, dirinya dan Dea yang langsung saling menelepon ketika mengetahui kabar yang menimpa Uje pada pagi harinya, sempat diberikan pesan singkat dan motivasi saat Uje membayar satu slof rokok yang dibelinya pada malam itu. Disebutkan Agnes, isi pesan yang disebutkan Uje itu adalah harapan dan permintaan kepadanya untuk mendoakan Uje agar selamat dunia dan akhirat.
"Beliau berpesan singkat, tolong doakan saya agar selamat dunia dan akhirat. Waktu itu saya hanya mengiyakan saja, dan tidak berfikir tentang hal apapun," ujarnya.
Beliau berpesan singkat, tolong doakan saya agar selamat dunia dan akhirat
-- Agnes
Dibalut kerudung tipis bermotif batik warna cokelat, dan mengenakan baju hitam lengan panjang, keduanya tidak berhenti menangis sampai tiba waktunya menyebarkan bunga dan menyiram air mawar di atas pusara tempat Uje dikebumikan. Baik Agnes maupun Dea tak henti menangis di pusara Uje.
"Semoga doa saya untuk Uje di malam itu agar benar-benar dikabulkan oleh Allah, dan saya sangat kagum sekali kepada Uje karena beliau adalah salah satu orang yang paling rendah hati yang baru saya temui," kata Agnes lagi.

0 komentar:
Posting Komentar