Harga BBM akan naik, kata SBY, kalau dana kompensasi dan perlindungan untuk masyarakat miskin sudah tersedia. Pemerintah masih mempertimbangkan bentuk kompensasi seperti bantuan langsung, beras, beasiswa miskin, dan program Keluarga Harapan.
Dana kompensasi ini juga akan disampaikan dalam APBNP. "Pemerintah berharap agar pembahasan APBNP ini bisa dipercepat," ujarnya. "Mei diharapkan sudah selesai pembahasannya."
SBY menambahkan, pemerintah tak akan menaikkan harga BBM sesuai dengan harga pasar. Misalnya, harga ekonomi Premium tanpa subsidi mencapai Rp 10 ribu, sekarang Rp 4.500. "Kami tidak punya niat untuk menaikkannya hingga setara dengan harga pasar," kata SBY.
Kenaikan harga BBM secara terbatas dan terukur akan membantu kondisi fiskal dan membuat APBN lebih sehat. "Dengan demikian, ekonomi akan lebih aman, ketahanannya terjaga," ujarnya. "Lebih banyak biaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan infrastruktur serta subsidi lebih adil dan tepat sasaran."
SBY mengatakan subsidi BBM Rp 193,8 triliun sudah sangat memberatkan. Selain itu, subsidi dianggap tak tepat sasaran. Ia berharap kenaikan ini tak menjadi komoditas politik, apalagi menjelang pemilu. "Bebaskan pikiran politik."

0 komentar:
Posting Komentar