Ita Rosita (35), warga yang tinggal 20 meter dari kontrakan terduga teroris Angga, mengaku berada di rumah saat baku tembak terjadi.
“Pas tembak-tembakan, polisi sembunyi di sini. Saya tidak bisa ke mana-mana, sembunyi di rumah,” kata Ita ditemui di rumah kontrakannya,” Kamis (9/5/2013).
Ita mengaku baru kali itu menyaksikan langsung polisi baku tembak dengan terduga teroris. Selama ini, dia hanya lihat polisi menembak di film-film.
“Tembak-tembakannya kelihatan banget di depan mata. Polisi sama orang dari rumah kontrakan itu saling tembak,” paparnya.
Di dalam kontrakan, saat itu ada Ita dan tiga anaknya. Satu anaknya yang paling kecil menangis, yang lainnya sangat ketakutan.
“Beberapa jam saya tidak bisa pergi. Sekira pukul 14.00 WIB saya diungsikan sama polisi setelah dinyatakan aman,” ucap perempuan asal Bekasi, Jabar, itu.
Dia baru kembali ke kontrakannya sekira pukul 21.00 WIB. “Tapi masih was was, tidur juga tidak nyaman, masih takut,” tutur Ita.
Warga lainnya, Rudi Mulyana (30), mengaku juga ada di lokasi saat baku tembak. Rumahnya bersebelahan dengan petakan kontrakan milik Anda. Tapi, dia hanya sekira satu jam berada di lokasi sebelum diungsikan ke tempat aman.
“Saya juga masih trauma dengar suara tembak-tembakan,” ungkap Rudi.
Akibat baku tembak itu beberapa rumah di lokasi mengalami kerusakan, terutama di bagian kaca. Sementara kontrakan terduga teroris jebol di bagian tembok belakang dan kerusakan di bagian lainnya.

0 komentar:
Posting Komentar