Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal
Boy Rafli Amar, Kamis 9 Mei 2013, saat konfrensi pers di Mabes Polri,
terhadap keseluruhan terduga teroris itu terlebih dahulu telah dilakukan
penyergapan dan penangkapan yang dilakukan di beberapa wilayah seperti
Serpong, Meruya, Pamulang, Kendal, Bandung, dan Kebumen.
"Ini terkait hasil pengembangan dari kelompok Abu Omar, kelompok
Abu Torik yang ada di Beji, Depok Bojong Gede, dan terakhir Kodrat yang
ditemukan di perumahan Mustika Jaya, Bekasi berupa bom peledak," kata
Boy.
Menurut Boy, sebelum penangkapan di Bandung, tim Densus juga
melakukan penangkapan di Jakarta dan menangkap lima orang terduga
teroris, di antaranya, Faisal alias Boim, Endang, Agung, Agus Widarto,
dan Leman.
"Dari penangkapan ini ditemukan senjata api revolver, peluru,
perhiasan, dan uang dari hasil perampokan 30 juta rupiah," katanya.
"Pada saat yang sama, sekitar pukul 15.30 di Limbung Batang, Kendal, itu ditangkap kelompok Abu Roban," tambah Boy.
Menurut Boy, saat penangkapan, hal itu bersamaan dengan
tertangkapnya dua rekan terduga teroris yang masih hidup dan mencoba
melukan perlawanan. "Petugas juga menyita senjata api jenis FN satu
buah, revolver satu buah, peluru sembilan butir, dan perlengkapan
lainnya seperti komputer," ujarnya.
Untuk di Bandung, kata dia, tim Densus 88 berhasil menangkap satu
orang. "Pada 7 Mei kemarin, ditangkap Wiliam Maksum alias Acum alias
Dadang," ujarnya.
Di sekitar lokasi kejadian, Boy melanjutkan, ditemukan pistol
rakitan, amunisi, dan perlengkapan komputer, kamera dan senjata tajam.
Selain itu, tim juga melakukan upaya penangkapan terhadap Budi alias
Angga di Kampung Batu, Kecamantan Hilir, Kabupaten Bandung, di rumah
kontrakan yang bersangkutan.
"Di Bandung, tiga meninggal dunia, sedangkan satu ditangkap hidup
bernama Haris Fauzi alias Jablut. Yang bersangkutan itu bersembunyi di
kamar mandi," ujarnya.
"Dari mereka ditemukan senjata dan bom pipa yang juga disita dari rumah kontrakan," tambah Boy.
Terakhir, tadi malam berlangsung penyergapan dengan rentetan senjata yang berlangsung mulai pukul 20.00 sampai 7.30 tadi pagi.
Menurut Boy, penangkapan bermula saat tim Densus 88 berhasil
menangkap terduga teroris yang mencoba melarikan diri. "Saat akan
melakukan penangkapan di dalam rumah, mendapat perlawanan senjata api
dari dalam sehingga penangkapan sedikit alot," kata dia.

0 komentar:
Posting Komentar