Informasi yang dihimpun, Kamis (9/5), ada tujuh terduga teroris yang dikepung. Penggerebekan terduga teroris di Kebumen ada kaitannya dengan jaringan yang ditangkap di Bandung dan Batang.
Tujuh terduga teroris itu bersembunyi di sebuah rumah kontrakan yang dikelola oleh Mariyatun, 80 tahun, di RT 01 RW 02. Warga di sekitar lokasi mengatakan, penghuni kontrakan itu jarang berinteraksi dengan penduduk lainnya. Kepada para tetangga sekitar mereka mengaku sebagai penjual jamu.
Tak berbeda jauh dengan di Bandung, penggerebekan ini juga berlangsung dramatis, baku tembak terjadi hingga berjam-jam untuk melumpuhkan sasaran.
Pantauan di lapangan, tak hanya tembakan, suara ledakan sesekali juga masih terdengar sampai pagi ini. Sementara, 3 orang terduga teroris dinyatakan tewas, tiga ditangkap hidup, dan satu orang masih terus melakukan perlawanan dari dalam rumah.
"Diduga ada tujuh orang dalam rumah," kata Kepala Kepolisian Resor Kebumen, Ajun Komisaris Besar Heru Trisasono, Kamis (9/5).
Selama aksi baku tembak, polisi mengimbau dengan pengeras suara meminta agar terduga teroris untuk menyerah. Tapi mereka tetap melawan. Karena kondisi tidak kondusif, warga sekitar sempat diungsikan untuk sementara.
Saat ini lokasi penggerebekan masih ramai warga yang ingin melihat. Densus dan satu orang terduga teroris masih saling menyerang. Penyergapan ini sudah berlangsung belasan jam, sejak pukul 18.00 WIB Rabu sore kemarin.

0 komentar:
Posting Komentar