Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Wayan Sukarya Dilaga menyebut, jika perguruan tinggi, aparat pemerintah, bisnis/sektor swasta, dan organisasi non pemerintah bersatu, serta menggalakkan masyarakat, maka pengangguran di Indonesia bisa habis.
"Dengan KKN, diharapkan mahasiswa dapat menciptakan lapangan kerja sebagai hasil dari pengamatan di lapangan. Jadi mahasiswa tidak perlu sampai kuliah S-2/S-3 tapi kemudian malah menganggur,” ujar Wayan, seperti disitat dari siaran pers , Kamis (9/5/2013).
Wayan menambahkan, program KKN juga memiliki keunggulan karena merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perguruan tinggi. Pasalnya, salah satu kegiatan nyata dari Tri Dharma perguruan tinggi ini dilakukan dengan mengabdi kepada masyarakat.
"Mari transferkan iptek kepada masyarakat. Jangan hanya disimpan tapi juga diterapkan. Kalau mahasiswa menemui deadlock maka diharapkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dapat memberikan problem solving,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Undip Anna Handayaningsih mengatakan, kegiatan KKN mahasiswa Undip Tim II tahun 2012/2013 akan disebar di empat kabupaten di Jawa Tengah yakni Magelang, Kendal, Batang, dan Pekalongan.
Di Kabupaten Magelang dan Kendal ada empat kecamatan yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan KKN, sedangkan di Kabupaten Batang dan Pekalongan dilaksanakan di masing-masing tiga kecamatan.

0 komentar:
Posting Komentar